PENGARUH PERBEDAAN KONSENTRASI BASIS Vaselinum flavum DAN POLIETILENGLIKOL PADA KARAKTERISTIK FISIK DAN AKTIVITAS ANTI JAMUR SALEP MINYAK ATSIRI RIMPANG JAHE MERAH (Zingiber acuminatum Val.)

Jahe merah merupakan tanama obat yang sering digunakan oleh masyarakat Indonesia. Khasiat dan kegunaan jahe merah yang telah diketahui adalah sebagai antibakteri, stimulant peredaran darah, diaforetik, antimuntah, antijamur, karminatif, dan antitusif. Jahe juga digunakan sebagai obat penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur Candida albicans. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi kombinasi basis vaselin flavum dan PEG pada karakteristik fisik dan aktifitas antijamur salep minyak atsiri rimpang jahe merah (Zingiber acuminatum Val.). Minyak atsiri rimpang jahe merah yang diperoleh berasal dari rimpang jahe merah diperoleh melalui metode destilasi uap. Perbandingan konsentrasi basis Vaselinum flavumdan PEG yang digunakan adalah 100:0, 80:20, 65:35, 50:50, 35:65, 20:80, 0:100. Pengujian stabilitas fisik yangdilakukan meliputi pemeriksaan organoleptis (bentuk, warna, bau), pH sediaan, uji viskositas, daya sebar, daya lekat, dan aktifitas antijamur dengan menggunakan metode sumuran. Pengujian karakteristik fisik salep dilakukan pada hari ke-1, 3, 7, 14, 21, 30 setelah pembuatan sediaan. Analisis data menggunakan teknik analisis Kruskal-Wallis bagi yang tidak berdistribusi normal, sedangkan bagi data yang berdistribusi normal dilakukan teknik analisis Anova dengan teraf kepercayaan 95%. Hasil data statistika padapenelitian menunjukan bahwa peningkatan konsentrasi vaselinum flavum dan lamanya penyimpanan mempengaruhi karakteristik fisik dan aktifitas antijamur salep minyak atsiri rimpang jahe merah (Zingiber acuminatum Val.).

Kata kunci : jahe merah, perbandingan basis, karakteristik fisik dan aktifitas antijamur.

Author(s): I. Kadek Bagiana Septimawanto Dwi P. Aprillia Puspitasari Tunggadewi
Date published: 2011-09-17 00:00:00
| Link OJS |