PEMANFAATAN LIMBAH AMPAS TEBU / BAGASSE (Saccharum officinarum L.) SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BIOETANOL

Pemakaian bahan bakar sangat tinggi sedangkan sumber bahan bakar minyak bumi yang dipakai saat ini semakin menipis. Perlu adanya bahan alternatif yang dapat digunakan sebagai pengganti minyak bumi. Salah satu energi alternatif yang menjanjikan adalah bioetanol. Bioetanol diperoleh dari proses fermentasi gula dari sumber karbohidrat yang menggunakan bantuan mikroorganisme. Pengembangan bioetanol dapat dilakukan dari limbah-limbah pertanian (biomassa) yang mengandung banyak lignoselulosa seperti bagasse (limbah padat industri gula). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ragi roti dan lama fermentasi terhadap kadar bioetanol dari ampas tebu (Saccharum officinarum L.) dengan pemberian ragi roti konsentrasi 0,5%; 0,75% dan 1,0%. Dan juga untuk mengetahui kadar bioetanol tertinggi hasil fermentasi dari ampas tebu (Saccharum officinarum L.). Hasil fermentasi didestilasi dan penentuan kadar bioetanol dilakukan dengan Kromatografi Gas. Hasil pengukuran bioetanol menggunakan kromatografi gas diperoleh hasil dengan pemberian ragi roti konsentrasi 0,5% dengan waktu fermentasi 3, 6 dan 9 hari sebesar 0,46%; 0,64% dan0,96%. Pada konsentrsai ragi roti 0,75% dengan lama fermentasi 3, 6 dan 9 hari sebesar 0,43%; 0,85% dan 1,13. Pada konsentrasi ragi roti 1,0% dengan waktu fermentasi 3, 6 dan 9 hari sebesar 0,97%; 1,23% dan 1,55%. Ada perbedaan terhadap kadar bioetanol dengan konsentrasi ragi roti dan waktu fermentasi yang berbeda. Kadar bioetanol dengan konsentrasi ragi roti 1,0% dengan waktu fermentasi 9 hari sebesar 1,55%.

 

Kata kunci : Ampas Tebu (bagasse), Bioetanol, Fermentasi, Kromatografi Gas

Author(s): Eni Dwi Yantiningsih Muhammad Nur Arif, Apriansyah Ronallis, Kresna Wijayanti, Bekti Nugraheni
Date published: 2015-03-01 00:00:00
ZIP | Link OJS |