PENGARUH PEMBERIAN AIR REBUSAN DAUN TAPAK DARA (Cantharanthus roseus (L.) G.DON.) TERHADAP SPERMA MENCIT JANTAN GALUR BALB/C

Dwi Hadi Setya Palupi, Arif Rahman Sadad, Nurul Hidayati

Sari


Program Keluarga Berencana (KB) dicanangkan pemerintah guna menghambat laju pertumbuhan penduduk di Indonesia, dimana metode yang umum dilakukan adalah dengan menggunakan alat kontrasepsi baik wanita maupun pria. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian air rebusan daun tapak dara (Catharanthus roseus (L.) G.Don.) terhadap sperma mencit jantan galur Balb/C bagaimana hubungan dosis dan efeknya.

Sejumlah mencit jantan galur Balb/C, usia 2-3 bulan, dengan berat badan 20-30 gram dibagi menjadi empat kelompok secara acak, masing­masing kelompok beranggotakan 5 ekor mencit. Kelompok I, II dan III diberi air rebusan daun tapak dara dengan dosis 5,46 g/Kg BB, 7,28 g/Kg BB dan 9,10 g/Kg BB, sedangkan kelompok kontrol diberi aquadest 0,5 ml. Pemaparan dilakukan selama 30 hari, pada hari ke-31 semua mencit dibunuh untuk diamati spermanya (meliputi jumlah sperma motil, konsentrasi, jumlah sperma hidup, morfologi abnormal dan pH) yang diambil dari bagian epididimis. Data sperma motil, sperma hidup dan morfologi abnormal yang diperoleh dinyatakan dalam bentuk prosentase. Ada tidaknya perbedaan yang bermakna antar kelompok diketahui melalui analisa varian satu jalan dengan taraf kepercayaan sebesar 95% menggunakan metode SPSS 15.0.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh pemberian air rebusan daun tapak dara terhadap prosentase sperma motil, prosentase sperma hidup dan konsentrasi sperma. Hal ini ditunjukkan dengan nilai P < 0,05 yang berarti ada perbedaan antar kelompok. pH dan prosentase morfologi (kepala dan ekor) abnormal sperma tidak menunjukkan perbedaan setelah pemberian air rebusan daun tapak dara (P > 0,05). Uji korelasi menunjukkan bahwa peningkatan dosis akan mengakibatkan menurunnya prosentase sperma motil, prosentase sperma hidup dan konsentrasi sperma dengan nilai P < 0,05. Hasil uji korelasi untuk pH dan prosentase morfologi sperma (kepala dan ekor) abnormal diperoleh nilai P> 0,05. Artinya tidak ada hubungan antara peningkatan dosis terhadap pH serta prosentase morfologi sperma (kepala dan ekor) abnormal mencit jantan galur Balb/C.

 

Kata kunci : Tapak dara, Sperma, Mencit jantan

Teks Lengkap: PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.