Category: article

OPTIMASI FORMULA TABLET KULIT BUAH MANGGIS SEBAGAI OBAT DIARE

Kulit buah manggis mengandung mangostin yang berkhasiat untuk obat diare dengan mekanisme menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli yang banyak mengkontaminasi makanan. Secara tradisional digunakan dalam bentuk rebusan yang dirasa tidak acceptable. Tablet menjadi pilihan dengan alasan praktis, mudah digunakan dan murah.Efek kulit buah manggis sebagai obat diare diharapkan dapat diperoleh secara cepat setelah penggunaan, sehingga perlu dilakukan optimasi penggunaan bahan pengahancur dan bahan pengikat pada formula tablet. Penelitan bertujuan mengetahui pengaruh dan komposisi yang tepat dari polyvinyl pyrrolidone (PVP) sebagai bahan pengikat dan sodium starch glycolate (SSG) sebagai bahan penghancur, rancangan formula dibuat berdasarkan perhitungan menggunakan software design expert dengan metode simplex lattice design. Pengujian dilakukan pada aktivitas antibakteri ekstrak dan karakteristik tablet. Hasil uji aktivitas anti bakteri diperoleh Kadar Hambat Minimal (KHM) 30%. Hasil Uji kekerasan didapatkan persamaan Y=6XA+4,27XB+0,67XAB dan persamaan waktu hancur tablet adalah Y=14,07XA+5,13XB-3,2XAB. Peningkatan kadar PVP dan SSG dapat meningkatkan kekerasan dan waktu hancur tablet sedangkan  interaksi PVP dan SSG dalam tablet dapat meningkatkan kekerasan serta menurunkan waktu hancur tablet. Formula optimum diperoleh konsentrasi PVP 0,58% dan SSG 6,42% dengan kekerasan 5,3 Kg dan waktu hancur 4 menit 55 detik. Hasil tersebut menunjukkan bahwa formula optimum yang didapat memenuhi persyaratan validitas.

Kata kunci : optimasi, PVP, SSG, tablet kulit buah manggis.

Kulit buah manggis mengandung mangostin yang berkhasiat untuk obat diare dengan mekanisme menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli yang banyak mengkontaminasi makanan. Secara tradisional digunakan dalam bentuk rebusan yang dirasa tidak acceptable. Tablet menjadi pilihan dengan alasan praktis, mudah digunakan dan murah.Efek kulit buah manggis sebagai obat diare diharapkan dapat diperoleh secara cepat setelah penggunaan, sehingga perlu dilakukan optimasi penggunaan bahan pengahancur dan bahan pengikat pada formula tablet. Penelitan bertujuan mengetahui pengaruh dan komposisi yang tepat dari polyvinyl pyrrolidone (PVP) sebagai bahan pengikat dan sodium starch glycolate (SSG) sebagai bahan penghancur, rancangan formula dibuat berdasarkan perhitungan menggunakan software design expert dengan metode simplex lattice design. Pengujian dilakukan pada aktivitas antibakteri ekstrak dan karakteristik tablet. Hasil uji aktivitas anti bakteri diperoleh Kadar Hambat Minimal (KHM) 30%. Hasil Uji kekerasan didapatkan persamaan Y=6XA+4,27XB+0,67XAB dan persamaan waktu hancur tablet adalah Y=14,07XA+5,13XB-3,2XAB. Peningkatan kadar PVP dan SSG dapat meningkatkan kekerasan dan waktu hancur tablet sedangkan  interaksi PVP dan SSG dalam tablet dapat meningkatkan kekerasan serta menurunkan waktu hancur tablet. Formula optimum diperoleh konsentrasi PVP 0,58% dan SSG 6,42% dengan kekerasan 5,3 Kg dan waktu hancur 4 menit 55 detik. Hasil tersebut menunjukkan bahwa formula optimum yang didapat memenuhi persyaratan validitas.

 

Kata kunci : optimasi, PVP, SSG, tablet kulit buah manggis.

Author(s): Intan Martha Cahyani Dyan Wigati Yustisia Dian Advistasari
Date published: 2015-03-01 00:00:00
ZIP | Link OJS |
Written by Comments Off on OPTIMASI FORMULA TABLET KULIT BUAH MANGGIS SEBAGAI OBAT DIARE Posted in article, artikel

PENGARUH JENIS PELARUT TERHADAP RENDEMEN DAN KUALITAS MINYAK BEKATUL YANG BERASAL DARI BEKATUL BERAS (Oryza sativa L.)

Indonesia is an agricultural country with the paddy crop as main product. The process of paddy hulling rice will yield the main product, bekatul rice and lock up as the side product. The use of bekatul rice has not been optimum in Indonesia, as it is only used as the feed for livestock and poultry. Bekatul rice has the potency as the oil source which is much used in of pharmacy and food industry as salad oil, raw material for cosmetics, health supplement. Bekatul oil contains 80 % fatty acid (oleat acid and linoleat acid). The research has the target to know the difference of n-hexane solvent, ether petroleum and chloroform against the rendemen and the quality of bekatul rice oil, and to know the type of solvent which yields rendemen and the best quality of bekatul rice oil. Bekatul rice oil was made by way of soxhletacy with n-heksan solvent, ether petroleum, and chloroform; the filtrate obtained was evaporated to obtain rough bekatul rice oil. The rough bekatul rice oil was purified by gum removing process ( de-gumming) and wax separation. The bekatul rice oil obtained was measured to know the rendemen and the quality of bekatul rice oil, quality test of bekatul rice oil included the physical test of pH and bias index as well as chemical test that indicated peroxide number test and acid number test. The result of the rendemen and the bekatul rice quality (afractive index, peroxide number and acid number) showed a significant difference on the n-hexane solvent which produced rendemen and the best quality of bekatul rice oil. Based on the research, it can be concluaded that the difference in the type of solvent can influence the rendemen and the quality of bekatul rice oil on n-hexane solvent witch produced rendemen and the best quality of bekatul rice oil.

Keyword : Bekatul rice , solvent, rendemen and oil quality

Author(s): Erlita Verdia Mutiara, Ariani Hesti Wulan
Date published: 2014-06-03 09:45:10
ZIP | Link OJS |
Written by Comments Off on PENGARUH JENIS PELARUT TERHADAP RENDEMEN DAN KUALITAS MINYAK BEKATUL YANG BERASAL DARI BEKATUL BERAS (Oryza sativa L.) Posted in article, artikel

BIOSINTESIS ANTOSIANIN PADA TUMBUHAN TINGKAT TINGGI

Antosianin merupakan pigmen yang banyak terdapat pada tumbuhan mulai dari warna merah, ungu hingga biru.  Pigmen tersebut merupakan senyawa metabolit sekunder tumbuhan yang berfungsi sebagai aksesoris dan pertahanan diri.  Konsumsi antosianin dapat meningkatkan kesehatan dan mengurangi resiko berbagai penyakit antara lain kanker, jantung koroner, dan diabetes.  Penggunaan antosianin dalam bidang kosmetika memberi keuntungan ganda, yaitu lebih aman karena alami, serta memberi perlindungan terhadap radiasi sinar ultraviolet (UV-B). Biosintesis antosianin terjadi melalui serangkaian proses yang kompleks di dalam sitosol namun akhirnya terakumulasi di dalam vakuola.  Proses ini melibatkan berbagai gen yang dikendalikan oleh 3 kelompok gen utama yaitu MYB, MYC (bHLH), dan WD40.  Jalur biosintesis antosianin pada berbagai tumbuhan pada prinsipnya  sama meski ada sedikit perbedaan yang spesifik pada masing-masing spesies.

Kata Kunci: antosianin, biosintesis

Author(s): Wiwik Astuti Ferdy S. Rondonuwu Lia Kusmita
Date published: 2013-06-01 00:00:00
ZIP | Link OJS |